Ciao Italia! ; Catatan perjalanan empat musim

Ciao Italia! ; Catatan perjalanan empat musim

Category : Books
Genre : Travel
Author : Gama Harjono
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : I, 2008
Tebal : 288 hlm

Ada yang suka makan pizza atau spagheti? Atau Penggemar klub sepakbola Lazio, Juventus dan lain-lain? Atau suka berpetualang ke tempat-tempat sejarah seperti colosseum? Ataukah pernah mendengar pepatah ” banyak jalan menuju Roma”?Ya, pikiran kita biasanya akan tertuju pada pilihan-pilihan tersebut bila menyebutkan kata Italia. Sisi romantis saya selalu membayangkan bisa berkunjung ke kota terapung Venesia, naik gondola menikmati pemandangan di kota tua itu. Oh so sweet :)

Ketika pertama kali membaca buku Ciao Italia, catatan petualangan empat musim, saya terkesima. Ternyata begitu banyak hal yang terdapat di Italia. Bukan sekedar beberapa pilihan seperti yang saya tawarkan di awal paragraf tulisan ini (perhatikan saya bahkan lupa menuliskan menara miring atau menara Pisa yang sangat terkenal itu). Hal-hal menarik di negara inilah yang kemudian mendorong GamaHarjono untuk mulai berjuang agar dapat menetap di Italia sebagai seorang pelajar dan menjelajahi kota tersebut bukan sebagai turis.

Bagian pertama buku ini menjelaskan tentang mengapa Gama memilih Italia dari sekian banyak negara-negara lainnya. Gama bahkan mengibaratkan dirinya sudah menjadi seorang miliuner seandainya saja setiap pertanyaan “mengapa memilih Italia” dihargai dengan satu dollar. Ya, saking banyaknya orang yang penasaran mengapa Gama memilih Italia, sekaligus menggambarkan alangkah sedikitnya orang yang mengetahui keistimewaan Italia.

Bagian berikutnya menceritakan tentang perjuangan Gama menuju Italia yang melalui jalan panjang dan berliku. Pepatah “banyak jalan menuju Roma” ternyata bisa diterapkan disini. Di bagian ini banyak hal yang bisa dipelajari apabila kita berminat mengikuti jejak Gama, berkunjung ke Italia dengan menjadi seorang pelajar.

And the Journey begins … petualangan pun dimulai ..

Ada banyak hal menarik yang saya temui dalam petualangan Gama, yang mengajak saya berkhayal kapan saya bisa menjejakkan kaki disana. Semua hal di deskripsikan dengan jelas. Dan menghapus sebagian besar bayangan saya tentang Italia selama ini. Buku ini dapat dijadikan panduan bagi yang ingin menjadi pelajar di Italia atau hanya sekedar jalan-jalan sebagai turis. Gama menggambarkan semua hal dengan jelas, lengkap dengan foto-foto yang menarik.

Jangan pernah mengaku mengaku ke Italia klo belum mengunjungi Venesia. Dari sekian banyak tempat yang digambarkan oleh Gama, tetap satu yang menarik perhatian saya : Venesia!!! Sebuah kota nan romantis yang dijuluki “Gadis yang mengapung di laut Adriatik”. Menyusuri sungai dengan Gondola yang dikemudikan oleh gondolieri berpakaian garis-garis hitam putih, bermain-main dengan ribuan burung dara di Piazza san Marco dan menjelajahi kota tua yang telah berusia berabad-abad. Pasti akan sangat menyenangkan. Tetapi Gama menyodorkan kenyatan lain, Venesia adalah sebuah kota yang “mahal”. Harus pintar-pintar mencari “celah” jika ingin menjelajahi kota ini, selain itu kota ini sangat ramai terutama menjelang karnaval atau pesta topeng, jadi bersiaplah untuk disikut ataupun menyikut.

Selain Venesia, hal lain yang amat menarik perhatian saya dalam buku ini adalah mengenai kopi. Saya sunggguh tak tahu, di Italia kopi sama terkenalnya dengan Pizza ataupun spagheti. Budaya ngopi telah melekat dalam keseharian orang Italia. Bahkan seorang pendeta Venetians di abad ke-18 telah menciptakan minuman menyegarkan yang sering sekali kita nikmati : cappucino. Ada yang sudah tahu tentang hal ini?

Saya bukan seorang pecinta kopi yang sejati, tapi saya selalu bisa menikmati secangkir kopi mengawali hari saya. Saya bahkan suka sekali bila aroma kopi membangunkan saya di pagi hari, sungguh menyegarkan. Menariknya lagi, Gama memberikan contoh menu-menu kopi dengan penjelasan mengenai jenis kopi tersebut, membuat saya nyaris menitikkan air liur membayangkan harum aroma kopi.

Satu hal lagi, saya suka sampulnya. Seakan mewakili semua hal terkenal dari italia, colosseum, ribuan burung dara, gondola, bangunan-bangunan tua dan dipekuat oleh sampul yang berwarna kecoklatan, memperkuat kesan bahwa Italia memang adalah sebuah kota yang sudah “tua” dan penuh dengan hal-hal yang “tua”. Selain itu gambar-gambar yang saya sebutkan tadi seakan mewakili pemikiran kita tentang Italia dan setelah membaca buku ini dengan segera pemikiran itu diruntuhkan bahwa ternyata banyak hal menarik lain yang terdapat di Italia selain yang terdapat di gambar sampul buku.

Sebelum ditutup saya ingin bercerita tentang satu hal yang membuat surprise, ini masih tentang sampul. Awalnya saya menduga2 tentang gambar vespa di sampul buku. Tebakan saya ada dua. yang pertama, vespa memang betul-betul berasal dari Italia dan yang kedua, gambar vespa hanya sekedar gambar untuk memperkuat kesan petualangan. Karena penasaran saya lalu bertanya ke mbah Google, dan ternyata benar!! Vespa memang berasal dari Italia. OMG, saya baru tauuuu 😀

ciao :)

:: Pernah diposting di napunyafoto.multiply.com – Aug 15, ’08 7:19 AM ::

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *