Eclipse – Gerhana

cover eclipse gerhana

Category : Books
Genre : Romance
Author : Stephenie Meyer
Alih bahasa : Monica Dwi Chresnayani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
September 2008
688 hlm; 20 cm

Hal pertama yang kulakukan ketika tiba kembali di Makassar adalah menuju Gramedia Mall Pankukkang, dan memboyong Eclipse pulang tuk mengisi rak bukuku./ Saya ingin segera tahu, bagaimana nasib Bella selanjutnya, bagaimana dengan Edward, bagaimana dengan Jacob, bagaimana dengan perkembangan mereka.

Ketika menatap sampulnya yang berwarna hijau, saya tergelitik. Saya merasa familiar dengan gambar sampul, entah dimana pernah melihat gambar yang mirip. Dan saat teringat, segera saja saya menuju rak buku, dna menarik Chronicles of Ancient Darkness 1 : Wolf Brother (Michelle Paver) dari deretan buku. Tak terlalu mirip setelah diperhatikan dengan seksama. Di wolf Brother, Torak membawa tombak dan srigala yang berlari disampingnya lebih mirip anjing 😀 sedangkan di Eclipse, gambarnya agak samar dan serigalanya lebih besar. Mengabaikan temuan saya pada sampul, dengan tak sabar saya buka halaman pertama Eclipse.

Tak ada perkembangan yang berarti ternyata, Jacob yang kecewa mengatakan dengan lugas, dia memang kangen, amat sangat, tapi itu tak kan mengubah keadaan. Yah, tak ada yang bias mengubah sejarah, air dan api adalah musuh, seperti halnya vampire dan werewolf yang merupakan musuh bebuyutan. Bella saja yang keras kepala berusaha menyatukan keduanya dalam kehidupannya, Edward nafasnya dan Jacob mataharinya.

Edward yang protektif tetap bersikukuh, tak ada yang lebih berbahaya daripada berada di sekitar werewolf yang masih muda, mereka amat labil. Tak ad ayang tahu apa yang bias terjadi ketika emosi mereka meledak, dan siapa yang akan menjamin keselamatan Bella disaat itu? Bahkan Alice yang bisa melihat masa depan pun merasa jengkel dan amat normal bila segala sesuatunya sudah berhubungan dengan werewolf. Dia tak bias “melihat” mereka, itu masalahnya.

Dan Bella, seketat apapun Edward menjaganya, selalu saja ada celah untuk kabur ke La Push dan bertemu Jacob. Membuat Edward membuat perumpamaan yang menggelikan : Kaburnya Bella membuat jantungnya serasa berhenti berdetak, padahal jantung Edward kan sudah lama berhenti 😀

Terjadinya pembunuhan berantai yang amat misterius di seattle, membuat keluarga Cullen mengira-ngira. Ada sesuatu disana, sesuatu yang bila tak mereka tangani secepatnya akan menimbulkan bahaya bagi Bella dan keluarga mereka. Dan siapa sangka peristiwa Seattle membuat vampire dan werewolf melakukan hal yang tak pernah ada dalam sejarah.

Sewaktu menutup lembar terakhir buku ini, saya menarik nafas panjang. Bella telah memilih meskipun tahu jalan yang dipilihnya akan menyakiti hati banyak orang. Saya jadi bertanya-tanya, bila saja saya ada di posisi serupa, sanggupkah saya memilih hal yang sama? Meninggalkan dunia beserta isinya, meninggalkan keluarga dan segalanya, meninggalkan semua hal yang pernah akrab di hati, demi dia? Hanya demi dia?

:: Pernah diposting di napunyafoto.multiply.com – Nov 4, ’08 5:06 AM ::

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *