Harry Potter dan Batu Bertuah

harry potter dan batu bertuahHarry Potter dan Batu Bertuah (Harry Potter and The Sorcerer Stone)
Pengarang : J.K. Rowling
Penerjemah : Listiani Srisani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2000
Tebal : 384 halaman

Membaca kembali buku Harry Potter 1, sungguh membangkitkan banyak memori. Saya pertama kali “mengenal” Harry Potter pada tahun 2001 ketika masih berdomisili di Cimone – Tangerang. Saya lagi main ke kamar teman dan dia dengan menggebu-gebu bercerita tentang buku yang baru saja dia beli. Katanya: “pasti ko suka skali ini buku Nanie, kau kan suka cerita dongeng-dongeng toh?”, buku itu saya pinjam dan jatuh cintalah saya kepada seorang anak kecil bernama Harry Potter.

Sinopsis buku Harry Potter Dan Batu Bertuah:

HARRY POTTER belum pernah jadi bintang tim Quidditch, mencetak angka sambil terbang tinggi naik sapu. Dia tak tahu mantra sama sekali, belum pernah membantu menetaskan naga ataupun memakai Jubah Gaib yang bisa membuatnya tidak kelihatan.

Selama ini dia hidup menderita bersama paman dan bibinya, serta Dudley, anak mereka yang gendut dan manja. Kamar Harry adalah lemari sempit di bawah tangga loteng, dan selama sebelas tahun, belum pernah sekali pun dia merayakan ulang tahun. Tetapi semua itu berubah dengan datangnya surat misterius yang dibawa oleh burung hantu.

Surat yang mengundangnya datang ke tempat luar biasa, tempat yang tak terlupakan bagi Harry–dan siapa saja yang membaca kisahnya. Karena di tempat itu dia tak hanya menemukan teman, olahraga udara, dan sihir dalam segala hal, dari pelajaran sampai makanan, melainkan juga takdirnya untuk menjadi penyihir besar… kalau Harry berhasil selamat berhadapan dengan musuh bebuyutannya.

Dari buku Harry Potter Dan Batu Bertuah, ada beberapa hal yang menjadi favorit saya, selain Harry Potter tentu saja 😀

Keluarga Weasley. Saya sukaaa sekali keluarga ini, beragam karakter ada di sini. Ayahnya yang terobsesi dengan barang-barang muggle, ibunya yang cerewet akan tetapi sangat perhatian bahkan ke detail kecil seperti mengirimkan hadiah natal kepada Harry sebagai sahabat Ron, kemudian ada si kembar Weasley yang kocak, Ron sahabat sejati Harry dan Ginny Weasley. Dua bersaudara Weasley yang sudah lulus duluan Bill Weasley dan seeker legendaris Gryffindor, Charlie Weasley, hanya diceritakan sekilas di buku ini.

Topi Seleksi. Kerennn topi ini, bisa baca pikiran, bisa menganalisa, bisa nyanyi jugaaa hahahhaha :))

Quidditch. Bisa ya JK Rowling kepikiran olahraga seperti ini 😀 ada bludger sang pemberontak, ada Quaffle yang menciptakan gol dan golden snitch yang lincahnya minta ampun :))

Permen segala rasa Bertie Boot. Ini juga, bisa yaaaa diimajinasikan ada permen seperti ini. Segala rasa ada, bahkan rasa tai telinga, yaiks :-&

Diagon Alley. Toko-toko sihir berjejer menjual segala macam hal yang berhubungan dengan sihir. Saya paling suka toko tongkat Ollivander, membayangkan tumpukan tongkat di rak yang menyentuh langit, berdesak-desakan, saling berbisik-bisik ketika ada pengunjung yang datang. Jodoh kamu di tongkat mana? 😀

Kastil Hogwarts. Sedari dulu saya suka sih hal-hal yang berbau kastil atau istana, sukaaa. Membayangkan pesta dansa dan semacamnya. Nah, yang saya gak habis pikir gimana bisa muncul ide tentang pintu dengan lukisan yang hanya mau terbuka dengan kata kunci yang benar, anak tangga yang selalu berubah arah setiap hari Jumat, anak tangga yang bolong dan kau harus ingat untuk melompatinya, hantu-hantu yang menembus dinding, pevees yang usil, dan orang-orang dalam lukisan yang saling mengunjungi. Kerennnn sekaliiii.

Nicolas Flamel. Sebenarnya saya berharap bisa membaca lebih banyak tentang Nicolas Flamel di buku ini. Saya memiliki beberapa buku yang membahas atau bercerita tentang Nicolas Flamel. Penasaran saja bagaimana cara pandang JK Rowling terhadap tokoh legendaris ini.

Dumbledore. Siapa sih yang tidak suka Dumbledore? Suka mengeluarkan kata-kata ajaib yang kadang aneh, terdengar tolol dan bijak di saat bersamaan. Saya suka sekali sorot matanya ketika memandang Harry Potter dari atas kacamata bulan separuhnya :) eh itu di pilem ya :))

Quote favorit lucu (hal 96):

Harry – Aku tak pernah tahu, apa sih bedanya stalagmit dan stalaktit? | Hagrid – Stalagmit pakai ‘m’.

Quote favorit bijak (hal 414):

Dumbledore – Pilihan kitalah, Harry, yang menunjukkan orang seperti apa sebenarnya kita, lebih dari kemampuan kita.

Paragraf favorit (hal 26-27):

Angin sepoi-sepoi meniup pagar-pagar tanaman di Privet Drive yang rapi, yang berjajar diam dan teratur di bawah langit kelam. Di tempat setenang ini tidak akan pernah kau sangka akan terjadi hal-hal menakjubkan. Harry Potter berguling dalam selimutnya tanpa terbangun. Dengan salah satu tangan kecilnya memegang surat yang ada di sampingnya, dia tidur terus. Tanpa menyadari bahwa dia istimewa, tanpa menyadari bahwa dia terkenal, tanpa menyadari bahwa beberapa jam lagi dia akan terbangun mendengar jeritan Mrs Dursley saat membuka pintu depan untuk menaruh botol-botol susu, atau bahkan dia akan melewatkan beberapa minggu mendatang didorong-dorong dan dicubiti oleh sepupunya, Dudley. Dia tak mungkin tahu bahwa saat ini, orang-orang yang berkumpul secara rahasia di seluruh negeri, semua mengangkat gelas dan berkata dengan suara pelan, “Untuk Harry Potter—anak laki-laki yang bertahan hidup!”

Ada banyak hal yang bisa dipetik dari buku Harry Potter 1 ini, tentang keluarga, cinta, dan persahabatan. Hal-hal klasik yang banyak dibahas di buku lain, akan tetapi disajikan oleh JK Rowling dengan cara yang berbeda dan memikat hati.

****

Postingan ini diikutkan di #bacaituseru Februari 2013, juga di A Fantasy Reading Challenge 2013.

Sebenarnya saya daftar di Harry Potter Reading Event, tapi kirain dah ga bisa ikutan soalnya saya daftarnya telat dan berkali-kali ngecek nama saya gak ada di daftar peserta. Beberapa hari lalu main lagi ke blog hostnya eh namaku ada ternyata. Review Harry Potter 1 ini seharus disetor di awal Februari >.< gapapa deh, ga rugi kok baca ulang 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *