New Moon

buku new moon

Category : Books
Genre : Teens
Author : Stepenhie Meyer
Judul Indonesia : Dua Cinta
Penerjemah : Monica Dwi Chresnayani
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : I, Juni 2008
Tebal : 600 hlm

Akhirnya buku kedua dari Twilight ada ditanganku. Pertama kali melihat judulnya, saya menebak-nebak adanya dua cinta yang akan hadir dalam hidup Bella. Dan ketika membaca sinopsis di bagian belakang buku, saya semakin yakin akan tebakan tersebut. Kali ini saya bahkan bisa memprediksikan akan adanya cinta terlarang lain dan siapa yang berpotensi menjadi orang itu. Tapi tebakan itu tidak mengurangi semangat saya untuk segera melahap habis isi buku. Bahkan saya semakin bersemangat untuk membuktikan apakah tebakan saya benar atau salah.

Buku ini diawali dengan kejadian yang sangat mengejutkan. Ulang tahun Bella yang seharusnya berlangsung menyenangkan berubah menjadi tragedi. Tak ada yang menyangka, kejadiannya berlangsung begitu cepat. Hanya karena setitik darah menetes dari jari Bella yang teriris kertas pembungkus kado, keadaan tiba-tiba menjadi tidak terkendali. Dan lagi-lagi Edward bertindak sebagai penyelamat.
Kejadian ini membuat Edward berpikir panjang, demi keselamatan Bella dia harus mengambil keputusan yang sesungguhnya amat berat baginya. Membawa keluarganya jauh dari kehidupan Bella.

Bella sungguh terpukul. Edward meninggalkannya tanpa alasan yang jelas. Hanya mengatakan bahwa dia tak lagi mencintai Bella. Tak sanggup menerima kenyataan itu, membuat Bella hidup bagai tanpa jiwa. Hari-hari dilaluinya begitu saja tanpa ada memori yang tersimpan diotaknya. HIngga akhirnya kecemasan ayahnya, Charlie, membuatnya sadar dan mulai menatap hidup. Terlebih lagi, Bella mulai karab dengan Jacob, anak Billy sahabat Charlie.

Kehadiran Jacob seakan menjadi angin segar dalam kehidupan Bella. Perlahan jiwanya hidup kembali. Kekosongan yang selalu Bella rasakan, seakan tertutup bila dekat Jacob. Karena itulah Bella menganggap bila Edward adalah nafasnya maka Jacob adalah matahari yang menerangi saat-saat gelapnya.

Dan ketika mataharinya tiba-tiba redup dan perlahan menghilang, tentu saja Bella panik dan berusaha agar matahari itu bersinar lagi. Dia tak sanggup menghadapi kekosongan dan kegelapan yang sama untuk kedua kalinya.

Sehabis melahap buku ini, saya tersenyum lebar. Tebakan saya sebagian besar benar. Menurut saya tak ada yang salah dengan Bella. Saya tidak bisa membenci Bella hanya karena dia berusaha untuk “menyelamatkan” hidupnya dengan cara lebih akrab dengan Jacob. Tapi tentu saja saya masih pencinta sejati Edward, belum ada yang bisa mengalahkan cara Edward untuk mencintai. Ah jadi berhayal, seandainya saja suatu saat ada yang bisa mencintai saya sedalam itu 😀 Jadi tidak sabar untuk menunggu buku ketiga. Akan jadi apa mereka di buku selanjutnya?

:: Pernah diposting di napunyafoto.multiply.com – Aug 15, ’08 12:19 PM ::

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *