The Book Of Lost Things

The Book Of Lost Things
The Book Of Lost Things (Kitab Tentang yang telah hilang)
Penulis : John Connolly
Alih Bahasa : Tanti Lesmana
Penerbit : PT Gramedia pustaka Utama
Agustus 2008
472 hlm; 20 cm

Dongeng, sebuah kata magis yang bisa menyulap apa saja. Semua hal bisa terjadi di negeri dongeng, dan tak ada yang pernah mempertanyakan, mengapa hal yang tak masuk akal itu bisa terjadi. Sejak kecil sampe sekarang, saya selalu menyukai cerita dongeng. Dulu, sebelum tidur kami 4 bersaudara akan berkumpul di ranjang bapak (saya memanggilnya Opu), bersiap-siap mendengarkan kisah-kisah yang akan meluncur dari bibir keriputnya. Hari ini beliau akan bercerita tentang Abu Nawas, besok tentang kucing bersepatu laras, besoknya lagi tentang La Jana, kemudian kisah lain dari Abu Nawas, kemudian kisah tentang penyihir tua kemudian kisah lain dari La Jana, hampir tak ada kisah yang sama.

Saat saya mulai pandai membaca, majalah bobo dan Ananda menjadi sasaran. Demikianlah Opu menanamkan sifat suka membaca. Dan kesukaan pada dongen tidak berhenti sewaktu saya akhirnya mengerti, dongeng hanyalah dongeng dan di dunia ini saya harus menghadapai realita hidup yang kadang teramat keras. Setiap kali melihat buku bergenre Dongeng dan Fantasy, tanpa pikir panjang saya akan berusaha untuk membawanya pulang untuk menjadi penghuni rak buku.

“Dongeng ini diperuntukkan bagi orang dewasa, terutama yang masih ingat saat-saat ketika masa kanak-kanak mulai berlalu dna jalan menuju kedewasaan mulai terbentang”

Kata-kata ini memikat saya dan secara mendadak saya memutuskan mengambil buku ini dari tumpukan buku di Gramedia. Saya yakin, saya tak akan menyesal membelinya dan ternyata benar. Buku itu menarik!

Kisah ini dimulai pada tahun 1939, ketika Inggris sedang berperang melawan Jerman. Pada masa itu, hiduplah David dan ayahnya dan ibunya. David kecil yang sangat ketakutan akan kehilangn ibunya, berusaha mejadi anak baik dan melakukan berbagai ritual-ritual yang diyakininya akan membantu kelangsungan hidup ibunya yang sedang sakit parah. Menurunkan kaki kiri dulu kemudian kaki kanan, bila akan turun dari tempat tidur, menghitung sampai dua puluh saat sedang menggosok gigi, menyentuh keran-keran kamar mandi dna pintu dengan jumlah tertantu dan ritual kecil lainnya. Tapi tak ada yang bisa menghentikan maut. Ibunya meninggal dan tiba-tiba saja Rose mulai hadir dalam hidup david dan ayahnya. Disusul Georgie, bayi mungil montok berambut pirang.

David marah, tak ada seorangpun yang bisa menggantikan tempat Ibunya, Ibunya yang mengajarkan tentang buku-buku, tentang kisah-kisah dalam buku, tentang dongeng-dongeng yang hidup.

Ketika akhirnya mereka pindah ke rumah tua milik Rose di pinggiran kota London, david mendapat sebuah kamar penuh buku di lantai tiga. Saat itulah dia sering mendapat penglihatan-penglihatan dan mimpi-mimpi yang dipenuhi oleh suara buku berbisik-bisik, seorang lelaki bungkuk yang mengintip di kegelapan dan suara ibunya yang bergema memohon pertolongan. Suara itulah yang akhirnya membuat David memutuskan menyeberang. Dan David sama sekali tak pernah menduga seperti apa dunia yang akan ditemuinya. Ada serigala yang berjalan dengan dua kaki, mengenakan pakaian dan berbicara dengan bahasa manusia. Mereka adalah kaum Loup, yang tercipta karna si tudung merah yang jatuh cinta pada seekor serigala. Untunglah ada Si Tukang Kayu yang menolongnya dan memberitahu, mungkin saja Raja yang menyimpan semua rahasianya dalam Kitan Yang Telah Hilang bersedia memberitahu jalan pulang ke dunianya. Maka petualangan David mencari Ibunya dan sang Raja pun di mulai.

Membaca buku ini, kadang membuat saya tersenyum dan terbelalak. Dongng2 yang familiar, yang sering saya dengar dari masa kecil saya, diubah menjadi suatu kisah lain yang saling terangkai dan menjadikan buku ini menarik untuk dibaca. Tak butuh waktu lama untuk melahap habis buku ini. Dan saya senang, waktu itu memutuskan memilih buku ini di antara sekian banyak tumpukan buku di Gramedia. 4 bintang!!!

:: pernah diposting di blog napunyafoto.multiply.com – Nov 4, ’08 5:20 AM ::

2 thoughts on “The Book Of Lost Things

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *